Kamis, 05 Oktober 2017

Resume Jurnal


Judul Jurnal            : PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA                                                           PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Volume                    : Vol 5, No 2 (2012)
Tahun                      : 2012
Penulis                    : Hamdan Fauzie, Bakri La Katjong, Qurrotul Aini
Tanggal                   : 2 Oktober 2012



  •  LATAR BELAKANG


Pemerintah Indonesia telah berupaya meningkatkan pendapatan negara baik migas maupun non-migas. Aspek non-migas di antaranya bidang pariwisata. Menurut Undang-Undang no.9 tahun 1990, pariwisata adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang kepariwisataan. Pariwisata yang ada di daerah merupakan salah satu sektor penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor ini tentunya perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan menjadi sebuah industri agar bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah.

DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat meningkatkan potensi sumber daya alam bidang industri pariwisata agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sedangkan untuk memajukan industri kepariwisataan diperlukan promosi wisata dan pengembangan sistem informasi kepariwisataan. Beberapa cara promosi yang dapat dilakukan oleh pemerintah baik untuk wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang ada di wilayah Propinsi DKI Jakarta adalah menggunakan alat bantu seperti peta/atlas, brosur pariwisata, Website dan Info Box (sebutan kios / sistem informasi pariwisata DKI Jakarta).
  
  • Tujuan
1.     Membuat sistem navigasi atau data peta yang dapat membantu wisatawan untuk menuju lokasi wisata dan belum terpadapat menu bahasa indonesia, sehingga belum memenuhi kebutuhan untuk wisatawan lokal.
2.     Membuat sistem basis data, yang dapat membantu staf dinas pariwisata untuk mengelola data pariwisata.
3.     Memberi Infomasi tentang pariwisata di DKI Jakarta di nilai masih kurang, terdapat menu-menu yang belum terisi informasi wisata.

  • Metodologi
Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni data yang dikumpulkan berupa Studi Lapangan & Studi Literatur. Walaupun kemudian terdapat data yang berupa Pengumpulan Data, maka akan dijelaskan atau dideskripsikan melalui kata-kata. Dengan demikian laporan penelitian ini berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan yang berasal dari Wawancara, Observasi, Foto, Dokumentasi tempat wisata, Catatan atau Memo, dan Dokumen resmi lainnya.

  • Hasil
1.    Deskripsi Konsep
Kios Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Multimedia ini termasuk jenis aplikasi interaktif, yang digunakan oleh pengunjung sebagai sarana informasi yang dipercaya. Pengunjung dapat mencari lokasi-lokasi pariwisata dengan efisien ataupun fasilitas-fasilitas umum dan hiburan.

2.    Perancangan
Pada tahap perancangan akan dibuat storyboard yang menggambarkan tampilan dari setiap scene. Karena aplikasi yang akan dibuat tidak sederhana, maka diperlukan struktur navigasi yang dapat digunakan untuk menentukan link dari halaman ke halaman lainnya.

3.    Storyboard
Rancangan storyboard yang peneliti buat dalam rancangan kios pariwisata berbasis multimedia pada DKI Jakarta terdiri atas storyboard Halaman Utama, Wisata, Peta, Galeri, Kalender dan Bantuan. Storyboard.

4.    Struktur Navigasi
Struktur navigasi ini menunjukkan alur pada aplikasi kios informasi pariwisata, secara diagramatis struktur navigasi.

5.    Flowchart
Peneliti membedakan flowchart dari sisi admin dan user, flowchart dari sisi admin terdiri atas flowchart Halaman Admin, User, Wisata, Galeri dan Kalender. Sedangkan flowchart dari sisi user terdiri atas flowchart Halaman Utama, Peta, Wisata, Galeri, Kalender dan Bantuan.

6.    State Transition Diagram (STD)
Pada kios informasi pariwisata berbasis multimedia pada DKI Jakarta ini terdiri atas 6 STD salah satunya seperti Gambar 4.6 STD Halaman Utama, STD Wisata, STD Kalender, STD Peta, STD Galeri dan STD Saran.

7.    Spesifikasi Database
Desain proses yaitu perancangan proses-proses yang terjadi dalam pengembangan aplikasi pengembangan kios informasi pariwisata Propinsi DKI Jakarta. Desain Proses ini menggunakan tools ERD (Entity Relationship Diagram)

8.    Tabel Spesifikasi Database
Pada spesifikasi database untuk aplikasi kios informasi pariwisata ini digunakan untuk membangun atau membuat tipe data, field dan ukuran.

9.    Antarmuka (User Interface)
Pada rancangan antarmuka yang ingin ditampilkan dalam aplikasi kios informasi pariwisata berbasis multimedia pada DKI Jakarta ini disesuaikan dengan kebutuhan. Pada kios informasi ini peneliti menyederhanakan setiap halaman yang ada dengan cara meminimalkan penggunaan tombol, hal ini dimaksudkan agar para wisatawan yang belum terbiasa menggunakan komputer tidak terlalu kesulitan untuk menggunakan aplikasi kios informasi ini. Pada rancangan antarmuka aplikasi kios pariwisata ada dua rancangan antarmuka yaitu rancangan antarmuka untuk user dan rancangan antarmuka untuk halaman admin.

10.  Pengumpulan Bahan
Pada tahap ini merupakan tahap pengumpulan bahan berupa file-file gambar, foto, teks, suara, video, dan animasi. Pengumpulan bahan-bahan berupa file-file berupa teks, gambar, foto, suara, animasi, dan video dengan beberapa proses yaitu:

a. Pengambilan data berupa gambar, teks, video, dan peta dari website www.jakarta-torism.go.id dengan menggunakan perangkat lunak Internet Download Manage dan informasi tata letak lokasi dari kordinat pada google maps.

b. Pengambilan foto-foto tentang informasiinformasi wisata yang ada pada infobox, sebagai acuan untuk mengembangkan aplikasi infobox agar lebih baik lagi.

c. Pengambilan data-data tentang lokasi-lokasi penempatan infobox yang sudah di tetapkan oleh dinas pariwisata DKI Jakarta.

d. Pembuatan beberapa data gambar dan teks dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS3. Dan pembuatan stiky (animasi tulisan berjalan) dengan menggunakan aplikasi Swish max 3.0

e. Pengambilan kumpulan brosur-brosur pariwisata di DKI Jakarta yang sebagian informasi dari brosur di masukkan ke aplikasi infobox.

11 . Pengujian Aplikasi
Pada tahap ini dilakukan pengujian (testing) terhadap aplikasi yang telah dibuat. Pengujian aplikasi kios informasi pariwisata dilakukan pengujiannya oleh staf bidang pelayanan dan informasi yaitu Ibu Attin yang berguna untuk mengetahui apakah aplikasi ini sudah sesuai dengan harapan pihak Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Selanjutnya aplikasi ini dipresentasikan kepada wisatawan agar diketahui apakah aplikasi ini sudah sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Selain itu, pengujian aplikasi ini juga diperlihatkan kepada Ibu Qurrotul Aini, MT dan Bapak Ir.Bakri La Katjong, MT, M.Kom. selaku dosen pembimbing dan dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pengujian atau testing dari aplikasi infobox ini menggunakan tehnik whitebox testing untuk itu pengujian berfokus pada struktur control program, untuk memastikan bahwa semua statement pada program telah di eksekusi paling tidak satu kali selama pengujian dan semua kondisi logis telah diuji.


  • Kesimpulan
Adapun simpulan yang peneliti dapatkan adalah kios sistem informasi pariwisata ini menghasilkan informasi kepariwisataan yang dilengkapi dengan sistem navigasi/peta sehingga memudahkan wisatawan untuk menuju lokasi wisata, dan terdapatnya fitur bahasa indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan lokal, dilengkapi dengan adanya fitur basis data yang dapat memudahkan staf dinas pariwisata untuk mengelola data wisata.

 Sedangkan saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut adalah kios sistem informasi ini terintegrasi dengan perangkat mobile bagi warga DKI Jakarta dan dilengkapi dengan fitur transportasi menuju lokasi wisata.

  • Kelebihan Penelitian

1.     Penjelasan sangat detail, jelas & singkat.
2.     Tahap – tahap yang dijelaskan sangat jelas & mudah dipahami.
3.     Isi dari jurnal sistem informasi pariwisata tersebut sangat membantu dalam kemajuan bidang pariwisata.

  • Kekurangan Penelitian

1.     Penulis tidak membahas / menjelaskan faktor biaya yang dibutuhkan & berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk membuat Sistem Informasi Pariwisata tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate