Senin, 15 Januari 2018

TREND SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI MASA KINI DALAM BIDANG PERDAGANGAN DAN BISNIS


1.   BIDANG PERDAGANGAN

Seperti yang kita tahu bahwa zaman telah berubah. Dimana banyak sekali perkembangan-perkembangan yang tidak dapat terhitung, salah satunya dari segi teknologi. Semua melalui proses-proses dan ketentuan-ketentuan tertentu, dan kita tau akan hal itu.

Teknologi itu bersifat umum, sehingga teknologi dapat masuk ke berbagai sektor khususnya pada sektor yang akan kita bahas saat ini yaitu sektor perdagangan. meski masih banyak para pedagang yang masih mempertahankan tradisi lama atau tradisional sebagai cara mereka karena memang masih dianggap sebagai cara yang menguntungkan. Teknologi , suatu hal yang dapat mempermudah pekerjaan kita. Tidak hanya hanya mempermudah pekerjaan, melainkan salah satunya mempermudah dalam mendapatkan informasi dan dalam segi perdagangan. Banyak sekali manfaat-manfaat teknologi informasi dalam bidang perdagangan. Berdagang tidak hanya bisa didunia nyata , melainkan berdagang secara online pun itu bisa. Dan pada pembahasan kali ini kita akan membahas “Manfaat Teknologi Informasi dalam Bidang Bisnis & Perdagangan”.

Sebelum membahas, kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu “Teknologi Informasi”. Teknologi informasi adalah istilah dari berbagai macam hal dan kemampuan yang dapat digunakan untuk pembentukan,penyimpanan,dan penyebaran informasi. Jadi secara singkatnya teknologi informasi itu dapat membantu,dapat digunakan dan yang jelas dapat mempermudah dalam berbagai hal. Teknologi informasi itu bisa berupa alat/peralatan seperti contohnya komputer/laptop dan sejenisnya. Manfaat teknologi informasi itu banyak, dalam berbagai bidang dan semua orang memiliki pendapat masing-masing dalam hal ini.

Dengan seiring pesatnya perkembangan teknologi, ada juga banyak pihak yang memang beralih dari cara lama dengan cara yang baru yaitu dengan bantuan teknologi. dengan teknologi informasi kita akan dapat dengan mudah memperoleh informasi seputar pasar, perkembangan pasar terbaru, indeks harga, dll. Dengan teknologi juga akan memudahkan konsumen memperoleh informasi seputar produk yang meliputi harga produk, keunggulan, dll melalui internet dalam sebuah website, blog dan media sosial. sehingga konsumen akan lebih paham sebelum mereka benar-benar membeli barang tersebut. Berikut adalah Manfaat Teknologi Informasi Dalam Perdagangan.

- Manfaat Bagi Produsen :
1. Jaringan pasar lebih luas dan memungkinkan produsen akan dapat menjual produk ke seluruh dunia.
2. Produsen akan lebih mudah melakukan promosi.
3. Bersifat pleksibel atau dapat diakses kapanpun dan dimanapun.
4. Biaya kebutuhan operasional tidak terlalu besar dan meskipun membutuhkan karyawan tentunya tidak perlu terlalu banyak. 
5. Dengan biaya operasional yang tidak terlalu banyak, otomatis harga produk yang akan kita tawarkan juga dapat dipatok dengan harga yang terjangkau.

- Manfaat Bagi Konsumen :
1. Konsumen akan lebih mudah memperoleh informasi seputar produk yang meliputi harga, kualitas, spesifikasi dll.
2. Konsumen tidak perlu datang ke tempat dimana produsen memproduksi produknya, namun hanya perlu memesan produk yang ia inginkan, transaksi, delivery and get your product.
3. Konsumen dapat mengakses kapanpun, dimanapun pada sebuah website, blog dalam bentuk toko online perusahaan.
4. Harga yang ditawarkan juga terjangkau.
5. Pilihan produk beragam sehingga konsumen dapat membandingkan kualitas antara produk yang satu dengan produk yang lainya.


-          Manfaat-manfaat teknologi informasi dalam bidang perdagangan:

      1. Kita dapat mempermudah diri sendiri dan orang lain dalam transaksi jual dan beli.
Mengapa seperti itu ? karena teknologi informasi itu LUAS jadi kita bisa menggunakan yang namanya internet. Internet juga mempermudah kita dalam mentransaksi jual beli. Contohnya , sebuah layanan online yang disebut toko online. Kita dapat membeli yang kita butuhkan disana tanpa harus mengantri, dan yang pasti dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.


      2. Modal dan biaya-biaya lainnya yang minim.
Kita kalau mau berdagang pasti membutuhkan modal. Tidak hanya modal fisik dan mental, melainkan juga modal materi. Tetapi bila kita berdagang secara online, atau bahasa orang awamnya berdagang di internet, semua itu dapat menjadi sekecil mungkin tapi dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari modal kita dan biaya operasional. Karena kita tidak perlu memiliki yang namanya toko dan karyawan, rata-rata kan kalau kita berdagang pada umumnya kan seperti itu. Dalam berdagang secara online ini biasanya cukup dilakukan dengan email.

      3. Dalam mempromosikan, dibagian perdagangan menjadi sangat tepat/efektif .
Menjalankan atau berdagang secara online, kita dengan mudah mendapatkan target-target pasar/pemasaran, dengan menggunakan konten/artikel yang sedang HOT topik. Jadi dengan adanya informasi yang ada di blok atau situs, kita bisa memaparkan/ memetakan pasaran yg mana akan dituju. Jadi intinya kita tidak perlu lagi dan tidak ada bebad dalam hal berpromosi seperti sales yang harus bertemu dengan calon pembeli.


      4. Target untuk pemasaran dalam berdagang yang luas.
Dengan menggunakan media yang namanya internet yang dapat di akses oleh seluruh orang di dunia maka media internet sangat memungkinkan kita untuk mendapatkan target penjualan yang besar dan luas. Jadi apapun itu produk / jasa yang di jual secara online dapat di promosikan secara elektronik melaui internet.


      5. Pendataan dalam berdagang dapat menjadi mudah.
Dengan adanya yang namanya teknologi informasi, kita dapat mempermudah dalam pendataan barang/produk kita. Tidak hanya dalam pendataan barang yang terjual, melainkan pendataan seperti, barang yang masuk, pendataan customer, pendataan barang bulanan, dan masih banyak lagi. Cara melakukannya adalah salah satunya dengan menggunakan komputer/ laptop/ tablet/smart phone yang didalamnya sudah ada aplikasi/ tools pengolahan data. Dalam hal ini kita tidak perlu repot dalam yang namanya pembukuan secara manual, karena dapat banyak memakan waktu yang kita butuhkan untuk hal lain.

      6. Transaksi pembayaran yang mempermudahkan pembeli.
Jika kita ingin berbelanja online dan sudah memilih barang yang akan dibeli, maka kita dapat membayarnya secara online biasanya itu disebut internet banking. Jadi hal ini tidak merepotkan kita sebagai pembeli.

      7. Mempermudah dalam pengaturan di bidang perdagangan suatu barang.
Maksudnya, kita dapat mengatur apa yang harus dirubah dalam penyampaian dan pengelolaan suatu informasi dari produk kita. Misalnya kita tidak ingin menjual suatu produk kita ke daerah tertentu dan harus menarik produk tersebut dari daerah itu. Dengan teknologi informasi yang kita miliki kita cukup menghapus / mengatur di web/ data kita miliki tanpa harus terjun ke daerah tersebut secara langsung.


      8. Mempermudah kita dalam penyimpanan data-data penjualan/ sebaliknya.
Sesuai dari defenisi Teknologi Informasi, kita dapat menyimpan data-data penting dari dagangan yang kita miliki tanpa harus kerepotan dalam menyusunnya. Di komputer atau alat sejenisnya kita dapat menyimpan data-data yang kita miliki. Jadi bila secara manual, kita membutuhkan lemari atau laci yang cukup banyak untuk menyimpan semua file-file kita yang ada.

      9. Mempermudah kita dalam mengatur pencarian data dalam hal perdagangan.
Bila secara manual, atau contohnya : kita punya file yang isinya laporan penjualan barang dalam satu tahun ini , dan misalkan kita ingin mencari data tanggal 5 bulan 5. Otomatis kita akan membongkar lemari/laci data kita. Itu sangat merepotkan dan banyak menguras waktu. Tetapi dengan menggunakan komputer / alat sejenisnya kita bisa menggunakan aplikasi tertentu yang didalamnya sudah di isinkan data-data kita dan kita dapat mencari data yang kita butuhkan tanpa menguras waktu.



2.   BIDANG BISNIS
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel). Perkembangan alat-alat atau tools tersebut sangatlah mendukung kegiatan bisnis yang akan dilakukan akan tetapi itu akan memakan biaya investasi yang tidak kecil, di samping itu juga perkembangan teknologi harus bisa didukung oleh sarana dan prasarana atau infrastruktur dari daerah atau tempat dimana perusahaan atau unit bisnis akan melakukan kegiatan bisnis mereka.
Dan Akhir-akhir ini penggunaan internet sebagai media penjualan atau promosi sangatlah booming begitu banyak pebisnis yang memanfaatkan internet sebagai alat bantu promosi dan bahkan sebagai tempat mereka menjual produknya dan terbukti sangatlah efektif dengan menggunakan cara tersebut, karena kalau kita melihat pada saat ini hampir tidak ada orang yang tidak bisa menggunakan fasilitas internet, hampir semua sudah bisa dan mudah untuk mengakses media internet sehingga ini yang dimanfaatkan oleh para pebisnis maupun perusahaan, dengan memanfaatkan fenomena jejaring social seperti facebook, twitter, my space dan lain-lain dan juga membuat web khusus tentang bisnis mereka yang mudah untuk diakses
Pada Bidang Teknologi Informasi ini dapat memberi prospek pada bangsa Indonesia yang tengah dilanda krisis ekonomi. Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya.IT atau informasi teknologi yang tadinya hanya faktor pendukung bagi kegiatan bisnis pada saat ini menjadi hal yang sangat krusial dimana perusahaan-perusahaan atau para pebisnis berlomba-lomba menggunakan teknologi yang canggih untuk mendukung proses kerja bisnis mereka yang pastinya bertujuan untuk lebih efektif dan efisien kegiatan bisnis yang mereka lakukan.
Kesesuaian IT dan Bisnis :
• Melakukan sinergi antara external dan internal domain
• Pilihan strategis external harus selaras dengan pengaturan internal => umum dalam bisnis
• Domain TI
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Kita telah melihat perkembangan teknologi informasi (TI) yang luar biasa selama beberapa dekade terakhir. Tapi sayangnya masih banyak usaha retail atau bahkan suatu perusahaan yang belum menerapkan teknologi informasi agar siap bersaing di masa yang akan datang.
Dalam dunia bisnis peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perbisnisan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce (e-bisnis) atau perbisnisan elektronik. E-Commerce adalah perbisnisan menggunakan jaringan komunikasi internet.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-bisnis juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-bisnis ini.
E-business pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perbisnisan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003.Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal.
Kita bisa mengambil contoh penerapan e-commerce ini pada perusahaan ritel yaitu Carrefour, bagaimana Carrefour ikut memanfaatkan internet untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Carrefour memiliki web pribadi yang berisi tentang perusahaan mereka dan juga data-data atau produk apa yang mereka tawarkan serta adanya informasi-informasi seperti diskon atau promo-promo lainnya, disamping itu juga Carrefour menyiapkan pelayanan pesan antar bagi para pelanggannya untuk mengakses atau berbelanja via online. Sistem pembayaran yang Carrefour tawarkan dengan e-commerce hampir sama dengan pada umumnya yaitu menggunakan credit card dan dengan keamanan yang terjaga dan aman dari tindakan criminal. Dengan e-commerce ini sangatlah membantu dalam proses bisnis dan juga bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari perusahaan dan juga bagi para pelanggan karena kalau melihat dari sisi pelanggan mereka tidak perlu capek-capek antri untuk melakukan pembayaran karena cukup melakukan pembelian via online akan lebih praktis dan barang belanjapun bisa diantarkan pada rumah pelanggan. Di samping itu pelanggan juga bisa mengecek barang-barang yang mereka cari atau yang akan dibeli melalui web agar bisa mengetahui apakah barang tersebut available atau tidak ketika hendak melakukan belanja secara manual di Carrefour.
Sedangkan Dampak positif dan negatif dari suatu perkembangan teknologi pilihannya ada di tangan kita. Selain keuntungan yang dapat diperoleh, penggunana teknologi informasi di beberapa perpustakaan dapat menimbulkan masalah seperti:
• Penggunaan komputer yang bertujuan untuk memperingan dan mempercepat pekerjaan,di sisi lain bisa menimbulkan pengangguran, karena beban pekerjaan semakin berkurang dengan adanya komputer.
• Adanya kemungkinan penyalahgunaan data untuk kepentingan pribadi. Kemudahan pengelolaan informasi dalam bentuk pangkalan data memberi peluang untuk memindahkan data yang tadinya milik pribadi atau rahasia dapat diakses oleh orang lain.
• Perlindungan terhadap hak cipta seseorang sulit diwujudkan. Sebuah karya atau kumpulan data dapat dengan mudah dikopi dan dimiliki oleh orang lain tanpa seizin pemilik informasi tersebut. Terlebih jika tujuannya digunakan untuk mencari keuntungan pribadi.
• Ketergantungan pada komputer menimbulkan kelemahan bila listrik mati atau komputer terserang virus, maka data tidak dapat diakses.
• Ketidakmampuan sumber daya manusia dalam menguasai teknologi dapat menimbulkan kendala dan memunculkan anggapan bahwa teknologi justru menghambat pekerjaan.
Ada beberapa Peran teknologi informasi bagi sebuah perusahaan dapat kita lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R. Terry,ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan :
1. Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.
2. Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa keberadaan teknologi
informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.
3. Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas.
4. Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.

5. Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.


Daftar Pustaka : 


Selasa, 31 Oktober 2017

PROFESI - PROFESI YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM INFORMASI


Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang Teknologi Informasi dan Sistem Informasi. Perkembangan dunia IT / SI telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas. Munculnya bidang tersebut yang baru juga memunculkan profesi di bidang IT / SI yang semakin menjurus sesuai dengan keahlian masing-masing. Berikut ini merupakan aneka profesi di bidang tersebut yang perlu kamu ketahui jika ingin berkecimpung di bidang pekerjaan Teknologi informasi dan Sistem Informasi. Dan juga dibagi dalam beberapa kelompok yaitu :

a. Kelompok Pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang Sistem Operasi (OS), Database maupun Sistem Aplikasi.

Pada kelompok pertama ini, terdapat beberapa pekerjaan seperti : 

  • Sistem Analis (Analyst System)merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.
  • Programer, adalah orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analyst, yaitu membuat program (baik itu apliksai maupun sistem operasi) sesuai dengan sistem yang dianalisa sebelumnya.
  • Web Designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisa dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
  • Web Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya.

 b. Kelompok Kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware).

Pada kelompok kedua ini, terdapat beberapa pekerjaan seperti :

  • Technical Engineer, atau sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik pemeliharaan maupun perbaikan perangkat Sistem Komputer.
  • Networking Engineer, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.

c. Kelompok Ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi.

Pada kelompok ini, terdapat beberapa pekerjaan sebagai berikut :

  • EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronik data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
  • System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, memiliki kewenangan menggunakan hak akses terhadap sistem, serta hal-hal yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.



Dibawah ini adalah beberapa profesi yang berkaitan dengan Sistem Informasi & hal yang harus dikuasai untuk bidang tersebut :


1. Programmer 

Programmer adalah orang yang membuat suatu aplikasi untuk client/user baik untuk perusahaan, instansi ataupun perorangan.

Tugas:
Membuat program baik aplikasi maupun system operasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.

Kualifikasi:
1. Menguasai logika dan algoritma pemrograman
2. Menguasai bahasa pemrograman seperti HTML, Ajax, CSS, JavaScript, C++, VB, PHP, Java, Ruby dll.
3. Memahami SQL
4. Menguasai bahasa inggris IT


2. Network Engineer

Network Engineer adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.

Tugas:
1. Membuat jaringan untuk perusahaan atau instansi
2. Mengatur email, anti spam dan virus protection
3. Melakukan pengaturan user account, izin dan kata sandi
4. Mengawasi penggunaan jaringan

Kualifikasi:
Menguasai server, workstation dan hub/switch

3. System Analyst

System Analyst adalah orang yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.

Tugas:
1. Mengembangkan perangkat lunak/software dalam tahapan requirement, design dan construction
2. Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan jenis bisnis customer
Membangun framework untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer

Kualifikasi:
1. Menguasai keahlian sebagai programmer
2. Menguasai metode dan best practice pemrograman
3. Memahami arsitektur aplikasi dan teknologi terkini


4. IT Support

IT Support merupakan pekerjaan IT yang mengharuskan seseorang bisa mengatasi masalah umum yang terjadi pada komputer seperti install software, perbaikan hardware dan membuat jaringan komputer. Profesi ini cukup mudah dilakukan karena bisa dilakukan secara otodidak tanpa memerlukan pendidikan khusus.

Tugas:
1. Install software
2. Memperbaiki hardware
3. Membuat jaringan

Kualifikasi:
1. Menguasai bagian-bagian hardware komputer
2. Mengetahui cara install program atau aplikasi software
3. Menguasai sejumlah aplikasi umum sistem operasi komputer


5. Software Engineer

Software Engineer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Tugas:
Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software

Kualifikasi:
Menguasai keahlian sebagai programmer dan system analyst
Menguasai metode pengembangan software seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll.


6. Database Administrator

Database Administrator adalah mereka yang memiliki keahlian untuk mendesain, mengimplementasi, memelihara dan memperbaiki database.

Tugas:
1. Menginstal perangkat lunak baru
2. Mengkonfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator
3. Mengelola keamanan database
4. Analisa data di database

Kualifikasi:
1. Menguasai teknologi database seperti Oracle, Sybase, DB2, MS Access serta Sistem Operasi
2. Menguasai teknologi server dan storage.


7. Web Administrator

Web Administrator adalah seseorang yang bertanggung jawab secara teknis terhadap operasional sebuah situs atau website.

Tugas:
1. Menjaga kelancaran akses situs (instalasi dan konfigurasi sistem)
2. Merawat hosting dan domain
3. Mengatur keamanan server dan firewall
4. Mengatur akun dan kata sandi untuk admin serta user

Kualifikasi:
1. Menguasai keahlian seorang programmer
2. Menguasai jaringan (LAN, WAN, Intranet)
3.Menguasai OS Unix (Linux, FreeBSD, dll)


8. Web Developer

Web Developer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembangunan sebuah situs dengan konsep yang telah ditentukan.

Tugas:
1. Menganalisa kebutuhan sistem
2. Merancang web atau situs (desain dan program)
3. Mengaktifkan domain dan hosting
4. Pemeliharaan situs dan promosi

Kualifikasi:
1. Menguasai pemrograman web
2. Menguasai pengelolaan database
3. Mengerti domain dan hosting
4. Menguasai sistem jaringan


9. Web Designer

Web designer adalah mereka yang memiliki keahlian dalam membuat design atraktif dan menarik untuk situs serta design untuk kepentingan promosi situs secara visual.

Tugas:
1. Mendesain tampilan situs
2. Memastikan tampilan gambar berfungsi ketika ditambahkan bahasa pemrograman

Kualifikasi:
1. Menguasai HTML, CSS dan XHTML
2. Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator
3. Memiliki jiwa seni dan harus kreatif


Itulah aneka profesi di bidang Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang sangat potensial untuk dijadikan karir ke depannya dan profesi di bidang IT/SI ini mungkin saja akan semakin bertambah seiring berkembangnya dunia teknologi informasi sehingga kesempatan mencari lowongan kerja it atau sesuai bidang ini semakin terbuka lebar.



Daftar Pustaka :









Kamis, 05 Oktober 2017

Resume Jurnal


Judul Jurnal            : PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA                                                           PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Volume                    : Vol 5, No 2 (2012)
Tahun                      : 2012
Penulis                    : Hamdan Fauzie, Bakri La Katjong, Qurrotul Aini
Tanggal                   : 2 Oktober 2012



  •  LATAR BELAKANG


Pemerintah Indonesia telah berupaya meningkatkan pendapatan negara baik migas maupun non-migas. Aspek non-migas di antaranya bidang pariwisata. Menurut Undang-Undang no.9 tahun 1990, pariwisata adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang kepariwisataan. Pariwisata yang ada di daerah merupakan salah satu sektor penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor ini tentunya perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan menjadi sebuah industri agar bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah.

DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat meningkatkan potensi sumber daya alam bidang industri pariwisata agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sedangkan untuk memajukan industri kepariwisataan diperlukan promosi wisata dan pengembangan sistem informasi kepariwisataan. Beberapa cara promosi yang dapat dilakukan oleh pemerintah baik untuk wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang ada di wilayah Propinsi DKI Jakarta adalah menggunakan alat bantu seperti peta/atlas, brosur pariwisata, Website dan Info Box (sebutan kios / sistem informasi pariwisata DKI Jakarta).
  
  • Tujuan
1.     Membuat sistem navigasi atau data peta yang dapat membantu wisatawan untuk menuju lokasi wisata dan belum terpadapat menu bahasa indonesia, sehingga belum memenuhi kebutuhan untuk wisatawan lokal.
2.     Membuat sistem basis data, yang dapat membantu staf dinas pariwisata untuk mengelola data pariwisata.
3.     Memberi Infomasi tentang pariwisata di DKI Jakarta di nilai masih kurang, terdapat menu-menu yang belum terisi informasi wisata.

  • Metodologi
Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni data yang dikumpulkan berupa Studi Lapangan & Studi Literatur. Walaupun kemudian terdapat data yang berupa Pengumpulan Data, maka akan dijelaskan atau dideskripsikan melalui kata-kata. Dengan demikian laporan penelitian ini berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan yang berasal dari Wawancara, Observasi, Foto, Dokumentasi tempat wisata, Catatan atau Memo, dan Dokumen resmi lainnya.

  • Hasil
1.    Deskripsi Konsep
Kios Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Multimedia ini termasuk jenis aplikasi interaktif, yang digunakan oleh pengunjung sebagai sarana informasi yang dipercaya. Pengunjung dapat mencari lokasi-lokasi pariwisata dengan efisien ataupun fasilitas-fasilitas umum dan hiburan.

2.    Perancangan
Pada tahap perancangan akan dibuat storyboard yang menggambarkan tampilan dari setiap scene. Karena aplikasi yang akan dibuat tidak sederhana, maka diperlukan struktur navigasi yang dapat digunakan untuk menentukan link dari halaman ke halaman lainnya.

3.    Storyboard
Rancangan storyboard yang peneliti buat dalam rancangan kios pariwisata berbasis multimedia pada DKI Jakarta terdiri atas storyboard Halaman Utama, Wisata, Peta, Galeri, Kalender dan Bantuan. Storyboard.

4.    Struktur Navigasi
Struktur navigasi ini menunjukkan alur pada aplikasi kios informasi pariwisata, secara diagramatis struktur navigasi.

5.    Flowchart
Peneliti membedakan flowchart dari sisi admin dan user, flowchart dari sisi admin terdiri atas flowchart Halaman Admin, User, Wisata, Galeri dan Kalender. Sedangkan flowchart dari sisi user terdiri atas flowchart Halaman Utama, Peta, Wisata, Galeri, Kalender dan Bantuan.

6.    State Transition Diagram (STD)
Pada kios informasi pariwisata berbasis multimedia pada DKI Jakarta ini terdiri atas 6 STD salah satunya seperti Gambar 4.6 STD Halaman Utama, STD Wisata, STD Kalender, STD Peta, STD Galeri dan STD Saran.

7.    Spesifikasi Database
Desain proses yaitu perancangan proses-proses yang terjadi dalam pengembangan aplikasi pengembangan kios informasi pariwisata Propinsi DKI Jakarta. Desain Proses ini menggunakan tools ERD (Entity Relationship Diagram)

8.    Tabel Spesifikasi Database
Pada spesifikasi database untuk aplikasi kios informasi pariwisata ini digunakan untuk membangun atau membuat tipe data, field dan ukuran.

9.    Antarmuka (User Interface)
Pada rancangan antarmuka yang ingin ditampilkan dalam aplikasi kios informasi pariwisata berbasis multimedia pada DKI Jakarta ini disesuaikan dengan kebutuhan. Pada kios informasi ini peneliti menyederhanakan setiap halaman yang ada dengan cara meminimalkan penggunaan tombol, hal ini dimaksudkan agar para wisatawan yang belum terbiasa menggunakan komputer tidak terlalu kesulitan untuk menggunakan aplikasi kios informasi ini. Pada rancangan antarmuka aplikasi kios pariwisata ada dua rancangan antarmuka yaitu rancangan antarmuka untuk user dan rancangan antarmuka untuk halaman admin.

10.  Pengumpulan Bahan
Pada tahap ini merupakan tahap pengumpulan bahan berupa file-file gambar, foto, teks, suara, video, dan animasi. Pengumpulan bahan-bahan berupa file-file berupa teks, gambar, foto, suara, animasi, dan video dengan beberapa proses yaitu:

a. Pengambilan data berupa gambar, teks, video, dan peta dari website www.jakarta-torism.go.id dengan menggunakan perangkat lunak Internet Download Manage dan informasi tata letak lokasi dari kordinat pada google maps.

b. Pengambilan foto-foto tentang informasiinformasi wisata yang ada pada infobox, sebagai acuan untuk mengembangkan aplikasi infobox agar lebih baik lagi.

c. Pengambilan data-data tentang lokasi-lokasi penempatan infobox yang sudah di tetapkan oleh dinas pariwisata DKI Jakarta.

d. Pembuatan beberapa data gambar dan teks dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS3. Dan pembuatan stiky (animasi tulisan berjalan) dengan menggunakan aplikasi Swish max 3.0

e. Pengambilan kumpulan brosur-brosur pariwisata di DKI Jakarta yang sebagian informasi dari brosur di masukkan ke aplikasi infobox.

11 . Pengujian Aplikasi
Pada tahap ini dilakukan pengujian (testing) terhadap aplikasi yang telah dibuat. Pengujian aplikasi kios informasi pariwisata dilakukan pengujiannya oleh staf bidang pelayanan dan informasi yaitu Ibu Attin yang berguna untuk mengetahui apakah aplikasi ini sudah sesuai dengan harapan pihak Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Selanjutnya aplikasi ini dipresentasikan kepada wisatawan agar diketahui apakah aplikasi ini sudah sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Selain itu, pengujian aplikasi ini juga diperlihatkan kepada Ibu Qurrotul Aini, MT dan Bapak Ir.Bakri La Katjong, MT, M.Kom. selaku dosen pembimbing dan dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pengujian atau testing dari aplikasi infobox ini menggunakan tehnik whitebox testing untuk itu pengujian berfokus pada struktur control program, untuk memastikan bahwa semua statement pada program telah di eksekusi paling tidak satu kali selama pengujian dan semua kondisi logis telah diuji.


  • Kesimpulan
Adapun simpulan yang peneliti dapatkan adalah kios sistem informasi pariwisata ini menghasilkan informasi kepariwisataan yang dilengkapi dengan sistem navigasi/peta sehingga memudahkan wisatawan untuk menuju lokasi wisata, dan terdapatnya fitur bahasa indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan lokal, dilengkapi dengan adanya fitur basis data yang dapat memudahkan staf dinas pariwisata untuk mengelola data wisata.

 Sedangkan saran untuk pengembangan penelitian lebih lanjut adalah kios sistem informasi ini terintegrasi dengan perangkat mobile bagi warga DKI Jakarta dan dilengkapi dengan fitur transportasi menuju lokasi wisata.

  • Kelebihan Penelitian

1.     Penjelasan sangat detail, jelas & singkat.
2.     Tahap – tahap yang dijelaskan sangat jelas & mudah dipahami.
3.     Isi dari jurnal sistem informasi pariwisata tersebut sangat membantu dalam kemajuan bidang pariwisata.

  • Kekurangan Penelitian

1.     Penulis tidak membahas / menjelaskan faktor biaya yang dibutuhkan & berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk membuat Sistem Informasi Pariwisata tersebut.

Translate